Tips Memilih Istri Idaman

Tips Memilih Istri Idaman Bagi Milenial

Halo milenial, apakah kalian masih kuat untuk hidup sendiri? Atau sudah mulai merasa bosan karena teman setongkrongan kalian sudah menikah dan punya anak? Atau kalian memang memutuskan untuk tidak menikah? Tapi, sebenarnya apakah kalian tahu cara memilih istri? Beirkut tips memilih istri bagi milenial.

IMaos kali ini akan membahas 3 cara memilih istri idaman. Hal ini karena beberapa waktu lalu ada salah satu pembaca mengutarakan curhatan tentang kesendiriannya. Ia sering merasa gelisah saat malam hari. Waktu yang biasanya dihabiskan dengan nongkrong bersama teman-teman rasanya sudah tidak ada.

Terlebih lagi bagi lelaki yang usianya kisaran 25 sampai 35 tahun, kegiatan nongkrong dengan teman sejawat rasanya sudah sulit. Banyak teman-teman pada usia itu sudah menikah bahkan sudah memiliki anak. Mereka yang sudah berkeluarga cenderung fokus dengan mencari nafkah dan menghabiskan waktu dengan keluarganya.

Mengecilnya teman sepertongkrongan membuat kita kadang menjadi gelisah. Tidak ada waktu untuk tertawa lepas bersama dengan teman lagi. Tapi, jika nongkrong dengan orang yang bukan sepantaran usianya atau nongkrong dengan orang yang lebih muda terasa kurang nyaman.

Hal yang sering muncul dalam diri seorang yang merasa jauh dari orang-orang sekitarnya ini biasa disebut sebagailife crisis. Keadaan saat ekspektasi diri sendiri tidak sesuai dengan realitas yang sedang dihadapi. Pinginnya masih bisa ngajak nongkrong teman-teman, tetapi faktanya mereka lebih memilih menghabiskan waktu dengan keluarganya.

Oleh karena itu, banyak pria yang kemudian merasa terburu-buru untuk menikah karena lingkungan sosialnya sudah menikah. Padahal pernikahan bukan seperti mengajak nongkrong teman. Lebih kompleks!

IMaos memiliki solusi untuk cara memilih istri idaman sehingga kamu bisa lebih bijak membuat keputusan menikah. Bukan menikah karena teman-teman yang lain sudah menikah, tetapi kamu menikah karena memang ada orang yang bisa jadi teman seumur hidupmu. Berikut ini adalah tiga cara memilih istri dari IMaos untuk kalian.

1. Tips Memilih Istri dari; Religiusitas

Salah satu aspek penting dalam tips memilih istri adalah religiusitasnya. Religiusitas ini bukan hanya terkait dengan kesamaan agama semata tetapi lebih kompleks lagi. Religiusitas adalah suatu bentuk sikap hubungan manusia dengan pencipta.

Oleh karena itu, aspek religiusitas tidak bisa dilihat dari agama yang dianut saja. Tapi, kalian perlu melihat juga aspek-aspek religiusitas calon istri, seperti cara beribadahnya. Hal ini karena cara ibadah orang dalam satu agama sangat beragam. Misal, agama islam memiliki banyak cara beribadahnya seperti cara beribadah orang mazhab Maliki bisa berbeda dengan mazhab Syafii dan Hambali.

Jadi, kamu harus mencari istri yang memiliki pandangan religius yang sama. Memiliki pandangan yang sama dalam cara beribadah akan mengurangi konflik batin dalam keluarga nanti. Bahkan, dengan menerapkan tips memilih istri ini kalian bisa menjadi pasangan yang saling mengingatkan satu sama lain dalam memahami konsep manusia yang religius.

2. Intelektualitas

Tips memilih istri yang kedua adalah intelektualitasnya. Hal ini sangat penting sekali karena intelektualitas seseorang mempengaruhi kualitasnya. Tapi, kalian perlu ingat bahwa saat kita bicara tentang intelektualitas di sini bukan berarti mengacu pada nilai pelajaran tertentu.

Terkadang orang melihat intelektualitas seseorang dari nilai saat sekolah. Tapi, saat bicara tentang keluarga, intelektualitas ini pengukurannya dari kualitas kalian nanti dalam membangun rumah tangga. Calon istri kamu adalah orang yang akan selalu menemanimu setiap saat. Mereka adalah teman sejati yang sesungguhnya.

Intelektualitas yang baik dari seorang istri akan meningkatkan kualitas suami. Hal sederhana yang bisa IMaos ilustrasikan adalah saat kamu lelah dan banyak masalah dalam pekerjaan, kamu akan memiliki orang yang bisa mengurai permasalahan itu. Saat kamu merasa bosan dengan rutinitas, calon istrimu mampu memahami apa yang bisa membuatmu kembali bersemangat.

Terlebih lagi saat kalian nanti memiliki anak. Calon istrimu akan menjadi guru pertama bagi anak-anakmu. Maka menjadi penting tips memilih istri dari intelektualitasnya. Memiliki pasangan dengan kualitas intelektual yang baik setidaknya akan memudahkanmu untuk mencapai tujuan dari kalian berkeluarga.

Hal terpenting dari pemahaman terkait intelektualitas ini adalah kualitas seseorang menjadi problem solver yang baik. Dengan kata lain, cara memilih istri dengan kualitas intelektual ini tidak hanya melihat nilai calon istrimu nanti. Tapi, kamu bisa mengukur intelektualitas calon istri yang akan kamu pilih ini dengan obrolan yang mencerahkan saat berbicara.

3. Tips Memilih Istri dari; Seksualitas

Tips memilih istri yang ketiga adalah aspek seksualitasnya. Cara menentukan istri dengan seksualitas tinggi ini bukan hanya terkait hubungan badan. Tapi, melihat seksualitas ini lebih kepada kualitas diri calon istri secara fisik.

Cara menentukan istri dengan aspek seksualitas bagus bisa tampak dari luar. Secara sederharna, aspek seksualitas ini bisa dilihat dari bentuk fisik yang sesuai dengan harapan, cara berpakaian, maupun cara memantaskan diri saat istri di ajak bersosial ke luar. Tapi, tidak luput juga seksualitas ini terkait dengan hubungan intim suami istri.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa tampak dari luar tetapi ada juga yang tidak tampak. Hal yang tampak dari luar mungkin bisa dari bentuk fisik dan cara berpakaian. Tapi, hal yang belum tampak dari luar ini harus ditanyakan kepada calon istri.

Membicarakan hal intim kepada lawan jenis mungkin terkesan melanggar norma kesopanan. Tapi, hal ini bisa kamu lakukan jika kamu yakin menikahinya. Kamu bisa bertanya terkait dengan kesuburan dan keintiman kepada calon istri. Bahkan, kamu juga bisa melakukan tes premarital marriage mengajaknya ke dokter untuk memastikan itu semua supaya tidak ada keraguan di dalamnya.

Tapi kalian perlu ingat. Ini bukan bermaksud merendahkan kaum perempuan. Ini hanya untuk memastikan apakah kalian memiliki kesamaan atau tidak. Tidak sedikit kasus perceraian yang terjadi karena faktor seksualitas. Rendahnya komunikasi terkait seksualitas karena dianggap tabu bisa berdampak pada hal yang kurang baik.

Artikel ini adalah rubrik khusus membahas seputar parenting dan keluarga milenial, kerja sama suaramilenia.id bersama imaos.id. Bagi kamu yang memiliki pengalaman seputar parenting dan keluarga milenial, boleh banget kirim pengalaman kamu ke sapasuaramilenial@gmail.com

Ramai Dibaca Nih
Faktor Yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua