Suara Milenial Music

Suara Dari Mereka Yang Tak Bersuara Kau Harus Dengar Sumarsono

“Karena jika melihat dari beberapa kajian yang ada, milenial itu tidak bersuara, tapi berkarya”, Sebuah nukilan yang ada pada tulisan yang bertajuk Suara Milenial Mungkin Diwakili BTS . C’mon bro… really?  Ada hal yang saya sepakati di tulisan tersebut, ketika menyatakan bahwa “kita belum menyepakati apakah milenial itu berdasarkan umur atau perilaku.

Suara milenial mungkin diwakili BTS? Saya rasa penulisnya terlalu menaruh beban yang berat pada BTS jika begitu. Hal yang dilakukan BTS yaitu menyampaikan pendapatnya di rapat UN merupakan hal yang luar biasa, tidak semua orang atau kelompok memiliki kesempatan itu.

Namun untuk mewakili suara milenial saya rasa itu adalah hal yang lain. Terlebih lagi di era saat ini ketika setiap orang bisa dengan mudah bersuara meski melakukannya dengan bersembunyi dan mengetik melalui gawainya.

Masihkah milenial perlu diwakilkan? Kok rasa-rasanya tidak ya. Karena milenial belum pernah bersepakat untuk membawa satu tujuan tertentu atau mimpi yang akan diwujudkan bersama. Ya karena milenial bukan organisasi atau gerakan, milenial itu generasi. Sebentar saya ambil KBBI sebentar, oh ternyata generasi dalam KBBI memiliki makna “orang yang kira-kira sama waktu hidupnya; angkatan; turunan”. Jadi jelas ya milenial bukan organisasi atau perkumpulan.

Merujuk pada hal tersebut berarti milenial ini adalah orang, dan setiap orang merupakan representasi dari dirinya. Melalui segala kepiawaian Milenial dalam menggunakan gawai guna bersuara, milenial sebenarnya sudah mampu mewakili dirinya meski melalui cuitan galaunya. Jadi tidak perlulah BTS diberi  beban untuk mewakili milenial.

Milenial itu tidak bersuara, tapi berkarya. Ya sedikit sepakat, tapi bukannya setiap generasi itu memang berkarya ya?, bukankah setiap individu menang harus berkarya untuk menunjukkan eksistensinya kata Marx. Jika disambungkan dengan pandangan Sartre yang menyatakan bahwa eksistensi mendahului esensi, maka setiap orang perlu eksis untuk dapat memunculkan esensi dirinya, untuk eksis itu seseorang harus berkarya.

Sehingga jika seseorang tidak berkarya maka esensinya tidak akan muncul. Jadi jangan berikan beban berkarya hanya pada milenial dong, karena setiap generasi, bahkan setiap individu yang entah dari generasi apa tetap harus berkarya untuk menunjukkan esensi kehadirannya di dunia ini.

Sudahlah kawan Sumarsono, tenang saja generasi milenial pasti berkarya kok. Jangan juga khawatir jika milenial bersembunyi dibalik gawainya, karena dengan cara itulah milenial bersuara dan mewakili kepentingannya bahkan dirinya sendiri.

Di sini di suaramilenial.id para milenial pun bisa bersuara bahkan berkarya. Satu hal yang saya pahami suaramilenial.id adalah wadah para milenial untuk bersuara tanpa ada tendensi mewakili generasi milenial, itulah yang membuat saya terpanggil untuk menaruh karya saya di sini. Bagi kawan milenial yang tak bersuara dan hanya bersembunyi dibalik gawainya pun tak mengapa, karena tidak ada yang pernah bisa membungkam suara dari mereka yang tak bersuara. 

Vaxuz Hemangel
Latest posts by Vaxuz Hemangel (see all)
Ramai Dibaca Nih
Beasiswa S2 di Jerman Tunjangan 18 Juta Per Bulan