Solusi Pernikahan Meriah untuk milenial, biar pernikahan kamu tetap bisa mewah dan meriah tapi biaya bisa tetap hemat beirkut Solusi Pernikahan Meriah

Solusi Pernikahan Meriah Buat Milenial

Adakah Solusi Pernikahan Meriah buat milenial? Budget pernikahan yang meriah sering menghantui para pemuda yang akan melepas masa lajangnya. Bagaimana tidak, banyak sekali informasi yang memaparkan biaya pengeluaran untuk pernikahan sangat tinggi. Bahkan, banyak media yang memberitakan bahwa biaya pernikahan sering meninggalkan hutang.

Para lajang pasti merasa khawatir dengan fenomena ini. Belum lagi, mereka masih disibukkan dengan hal-hal lain, seperti mencari calon yang sesuai, memenuhi kebutuhan yang akan berlipat ganda, dan menyiapkan mental untuk berkeluarga. Seakan untuk mencapai pernikahan banyak sekali kendalanya.

Bicara tentang pernikahan sebenarnya tidak hanya melulu seputar kebutuhan material. Tapi, ada kebutuhan imaterial yang jauh lebih penting. Tentunya tidak akan kita bahas di sini!

Pembahasan kita kali ini adalah solusi alokasi budget pernikahan meriah. Dengan kata lain, hal yang akan kita soroti terkait dengan aspek keuangan. Sering kali para lelaki punya bayangan untuk menjadi lelaki idaman. Salah satu hal yang menjadi dasar pikiran orang tentang menjadi lelaki idaman adalah mengadakan acara pernikahan yang meriah.

Dilema Budget Pernikahan Meriah Kaum Lelaki

Anggapan menyelenggarakan pesta pernikahan yang meriah menjadi salah satu hal yang bisa membuat pasangan (khususnya perempuan) merasa senang. Alokasi anggaran untuk pembelian seserahan keluarga, pembelian mahar, sampai pembuatan pesta resepsi adalah bagian dari menyenangkan pasangan.

Tidak sedikit lelaki yang merasa lelah memikirkan pernikahan mereka. Kami tahu! Kami adalah lelaki yang pernah mengalami hal demikian. Memikirkan biaya seserahan, mahar, hingga acara resepsi tidak sebanding dengan pendapatan. Lelaki terkadang memang disudutkan dalam konsep patriarki. Taggung jawab finansial ditanggung oleh kaum lelaki.

Alhasil, banyak lelaki ini merasa menanggung beban berat untuk menjalani pernikahan. Terlebih lagi bagi mereka yang belum memiliki pendapatan tetap yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Layaknya teman-teman freelancer pemula atau tenaga kontrak yang mendapatkan pendapatan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Di sisi lain, banyak tersiar kabar bahwa biaya pernikahan bisa menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah. Biaya yang sangat tinggi untuk seorang lelaki yang memiliki gaji di bawah 5 juta. Bahkan, untuk teman-teman lelaki yang punya gaji di atas 10 juta pun juga mendapat tekanan sosial untuk acara pernikahan yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 24 jam.

Belum lagi beberapa pandangan bahwa lelaki harus bertanggungjawab memenuhi kebutuhan lahir dan batin istri setelah menikah. Sungguh beban yang berat dipikul untuk seorang lelaki!

Solusi Budget Pernikahan Untuk Lelaki

Beban sosial yang ditanggung lelaki tentang budget pernikahan meriahharus dipahami lebih dulu. Apa yang membuat budget pernikahan meriah itu terkesan sulit untuk digapai. Apakah biaya seserahan? Biaya mahar? Biaya resepsi? Atau yang lain?

Apabila kita sudah bisa memetakan persoalan budget pernikahan yang paling dominan, kita bisa coba untuk menyelesaikannya. Dalam upaya solusi pernikahan meriah lelaki wajib berjuang untuk ini!

Jika biaya seserahan yang tinggi, maka itu tekait dengan keluarga pasangan. Mungkin keluarga calon istri banyak menuntut padamu. Kamu harus bisa negosiasi dengan mereka. Berikan pemahaman kepada keluarga calon istri untuk bisa mengerti keadaan. Ajak calon istrimu untuk membantu memuluskan negosiasi dengan keluarga besarnya.

Jika biaya mahar yang diminta calon istri terlampau tinggi, maka kamu harus bisa memberinya pengertian sejak dini. Ajak dia berdiskusi tentang masa depan pernikahan kalian. Menjalin relasi suami istri tidak hanya berhenti di acara pernikahan sehingga kamu perlu menjelaskan aspek-aspek keuangan lainnya. Bangun rumah, beli mobil, hingga bisa membesarkan anak-anak di kemudian hari.

Jika ternyata biaya resepsi yang tinggi, mungkin kamu dan calon istri harus sedikit menurunkan gengsi. Kebanyakan dari tingginya biaya pernikahan karena pengeluaran untuk resepsi. Namun, jika memang tuntutan itu tidak bisa kamu hindari (dari kedua keluarga besar), maka kunci dari solusinya adalah pengambilan sikapmu.

Ramai Dibaca Nih
Pariwisata Indonesia
Pandemi: Momen Introspeksi Pariwisata Indonesia