Suara Milenial Indomie Gambar

Indomie Adalah Kritik Terhadap Konsep Segmentasi

Dalam ilmu marketing dikenal istilah STP (Segmentation, Targeting, Positioning). Menurut Kothler, Segmentation merupakan upaya untuk mengelompokkan pasar berdasarkan kriteria tertentu. Targeting adalah memilih kelompok yang akan disasar oleh produk yang akan dijual dari proses segmentasi yang telah dilakukan sebelumnya. Sedangkan positioning adalah upaya yang dilakukan oleh pemasar untuk menanamkan posisi produknya di dalam benak konsumen.

Bagi kawan yang belajar ilmu marketing pasti memahami betul betapa krusialnya tahapan STP ini, karena langkah STP ini merupakan langkah awal menyiapkan produk untuk dilempar ke pasar. Setelah STP ini selesai barulah berpikir masalah pelaksanaan 4P atau 7P (nanti kita akan bahas konsep 4P dan 7P pada artikel lain yah..). Namun, apakah STP begitu penting? Apakah di era sekarang produk tetap harus memiliki segmentasi?

Siapa yang tidak tahu produk dari Indofood yang bernama Indomie. Ya, indomie adalah mie instan yang sering saya konsumsi dan selama 25 tahun saya adalah konsumen loyal Indomie. Bagi saya indomie merupakan produk yang membawa kritik terhadap konsep segmentasi.

Apakah indomie membagi pasarnya berdasarkan umur? Saya rasa tidak karena hampir semua usia menikmati indomie. Apakah indomie membagi pasaranya berdasarkan pendapatan? Saya rasa tidak karena semua kalangan juga makan indomie. Jadi apa sebetulnya segmentasi indomie? Saya rasa tidak ada.

Indomie merupakan produk yang sudah tidak lagi terikat oleh segmentasi. Tidak banyak produk yang seperti Indomie ini. Salah satu produk yang mirip dengan kasus indomie ini adalah Coca-cola. Ketika kita bicara coca-cola kita pun sulit melihat segmentasinya.

Berbeda ketika kita bicara produk seperti Lamborghini, yang jelas segmentasinya untuk mereka yang berpendapatan tinggi. Kritik yang dibawa oleh Indomie ini membuat saya berpikir apakah masih perlu memikirkan segmentasi ketika kita akan memasarkan sebuah barang? Atau justru segmentasi membatasi gerak dari produk itu dalam pasar?.

Indomie tidak hanya membuat konsep segmentasi dipertanyakan, namun juga bagi targeting dan positioning. Indomie sudah lebih dari itu semua. Ketika indomie sudah masuk ke dalam salah satu komponen dari paket-paket Sembilan Bahan Pokok yang biasa dibagikan, menunjukkan bahwa posisi indomie saat ini adalah kebutuhan pokok, bukan lagi produk substitusi nasi.

Dari kasus indomie ini, satu hal yang saya pahami bahwa , ilmu marketing itu adalah ilmu yang sangat dinamis, tidak ada konsep yang mampu bertahan lama. Konsep-konsep marketing terus berkembang Karena marketing itu representing.

Semakin peka seorang marketer memahami perubahan pasar dan semakin cepat perusahaan merespons hal itu, akan menciptakan competitive advantage bagi perusahaan mereka. Dalam marketing satu hal yang perlu diingat, being the first is better then being the best… itu pun kalau belum berubah ya.

Remo Adhy Pradana
Latest posts by Remo Adhy Pradana (see all)
Ramai Dibaca Nih
Software Payroll Terbaik
Penggajian Karyawan Dengan Software Payroll Terbaik