Cara Mengatur Keuangan Keluarga Muda

Cara Mengatur Keuangan Keluarga Muda

Suaramilenial.id Keuangan keluarga menjadi hal penting dalam kehidupan. Ini akan mulai kamu rasakan ketika kamu menikah. Bahkan sebelum kamu memutuskan menikah pun sebenarnya kamu secara tidak langsung sudah terlibat dalam urusan mengatur keuangan keluarga. Sesederhana, kamu dan teman satu kos atau satu tempat tinggal yang memiliki kebutuhan pengeluaran bersama. Nah, seperti apa sih cara mengatur keuangan keluarga?  Mari kita bahas.

Jika kamu sudah menikah atau baru menikah, dan kemudian mulai memiliki pengeluaran yang tidak lagi sama seperti saat masih sendiri, itu adalah hal yang wajar. Kamu mungkin masih membutuhkan adaptasi, untuk kemudian bisa melakukan penganggaran keuangan dengan baik.

Bagi generasi muda saat ini, keputusan menikah biasanya juga telah mereka imbangi dengan menghitung kemampuan finansial. Rata-rata telah mempersiapkan tabungan yang cukup untuk beberapa tahun pertama pernikahan. Ini penting, misalnya berkaitan untuk kebutuhan sewa rumah, atau mulai membeli rumah, atau kredit rumah.

Tabungan persiapan paska pernikahan juga penting untuk kebutuhan rekreasi atau bulan madu, persiapan kelahiran anak,  dana darurat. Selain  itu, juga untuk antisipasi pengeluaran yang mungkin muncul tanpa terduga.

Walau sudah melakukan perencanaan keuangan dengan baik. Nyatanya masih sering terjadi kendala atau persoalan keuangan keluarga. Ini bisanya dialami keluarga muda, di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumah tangga.

Banyak yang mengasumsikan bahwa persoalan keuangan keluarga adalah karena besar kecil pendapatan. Mungkin ini menjadi faktor, namun bukan satu-satunya faktor. Kita tahu, banyak keluarga yang memiliki pendapatan sama, namun ada yang mampu mengatur dengan baik pendapatan mereka, sehingga tetap aman secara finansial.

Sehingga dapat kita ambil kesimpulan bahwa masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang. Nah, lalu bagaimana cara sederhana mengatur keuangan keluarga? Berikat adalah poin penting dalam mengelola keuangan secara sederhana:

1. Pahami Profil Keuangan Keluarga Kamu

Pahami Profil Keuangan Keluarga Kamu

Banyak orang yang tidak memahami profil keuangan keluarga mereka. Profil keuangan dianggap  tetap merasa masih sama seperti sebelum menikah.  Ini menjadi persoalan pertama yang akan muncul. Ketika kamu tidak mengetahui secara utuh profil keuangan keluarga kamu, maka kamu tidak akan tahu strategi apa yang bisa kamu ambil untuk mengelola keuangan kamu.

Padahal mengetahui profil keuangan, menjadi cara pertama yang sangat sederhana dalam mengatur keuangan.  Silakan kamu coba membuat profil keuangan kamu mulai saat ini. Profil ini berkaitan dengan pendapatan atau gaji bulanan, hutang, piutang, dan pengeluaran wajib yang keluarga kamu miliki.

Jangan sampai kamu tidak mengetahui berapa isi tabungan kamu dan pasangan, berapa jumlah tagihan listrik satu bulan, tagihan telepon / internet , kebutuhan servis mobil,  kebutuhan belanja, biaya periksa dokter dan lainnya.

Kamu juga harus mengetahui, berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil. Ini bisa kamu lakukan dengan saling terbuka dengan pasangan. Jika pasangan masih memiliki tanggungan cicilan sebelum menikah, dan masih berjalan sampai saat ini, perlu untuk kamu bicarakan.

Saat kamu telah mengetahui antara pendapatan, dan kebutuhan pengeluaran maka kamu akan lebih  mudah dalam membuat perencanaan keuangan keluarga.  Tahap ini harus selesai terlebih dahulu, sebelum kamu memulai cara mengatur keuangan keluarga selanjutnya.

2. Membuat Rencana Keuangan dan Anggaran Bulanan.

Kamu sudah memiliki gambaran atau profil keuangan keluarga. Dari profil tersebut kamu bisa menjadikan landasan dasar dalam membuat rencana keuangan keluarga dan anggaran bulanan yang paling sesuai dengan kemampuan keuangan kamu.

Mengapa membuat perencanaan dan anggaran harus sesuai dengan profil keuangan keluarga? Hal ini agar kamu tidak terbebani, atau mengalami kesulitan keuangan. Sehingga kamu akan selalu seimbang, atau bahkan bisa melakukan penghematan untuk tujuan kebutuhan jangka panjang, seperti menabung untuk pendidikan anak.

Buatlah rencana keuangan yang realistis! Dengan demikian maka akan semakin membantu kamu untuk bisa bersikap obyektif dalam hal pengeluaran yang berlebihan. Namun demikian, kamu tidak harus terlalu ideal, tetap buat berbagai anggaran untuk kebutuhan diri sendiri.

Ketika urusan kebutuhan rumah tangga sudah tercukupi. Kamu masih melihat ada sisa yang cukup untuk tabungan, dan masih ada anggaran lebih. Ya, tidak ada salahnya kamu memasukkan kebutuhan pribadi kamu dan pasangan. Kebutuhan ini misalnya untuk pergi ke salon, spa atau rekreasi.

Intinya, kamu tetap harus memahami profil atau kemampuan keuangan keluarga kamu, dan buatlah rencana keuangan dan anggaran bulanan keluarga dengan jumlah yang realistis.  Jadikan anggaran ini sebagai pedoman utama yang harus kamu patuhi.

3. Tidak Berhutang Itu Lebih Baik!

Keuangan Keluarga Tidak Berhutang Itu Lebih Baik

Dalam kehidupan yang serba cepat dan instan seperti saat ini, kemunculan berbagai produk menjadikan kamu sering kali merasa perlu.  Sehingga akhirnya untuk mendapatkan hal tersebut kamu melakukan hutang. Apa lagi saat ini banyak penyedia pinjaman online yang memberi kemudahan dalam mendapatkan dana.

Ini adalah tantangan! Jika kamu bisa untuk tidak berhutang, maka itu akan jauh lebih baik bagi keuangan keluarga kamu saat ini dan masa mendatang. Bagaimana pun, ketika kamu memiliki hutang, kamu harus melihat kembali pos atau anggaran keuangan kamu. Apakah pendapatan kamu masih bisa membayar cicilan hutang atau justru akan membebani nantinya?

Tidak berhutang adalah cara mengatur keuangan keluarga yang sangat disarankan! Tentu bukan mutlak melarang kamu berhutang. Namun akan lebih baik jika kamu bisa menunda hutang jika hanya  kebutuhan yang sifatnya konsumtif.

Hutang tidak masalah jika yang kamu lakukan adalah hutang produktif, misalnya untuk kebutuhan usaha, atau kredit rumah. Memang saat ini pola hidup konsumtif semakin besar, ini yang kemudian menjadikan banyak keluarga muda terjerat hutang untuk kebutuhan gaya hidup konsumtif.

4. Buat Batasan Belanja Konsumtif

Pola kehidupan konsumtif semakin sulit untuk kamu hindari. Apa lagi jika sebelum menikah kamu memang sudah terbiasa dengan hidup konsumtif, baik itu karena lingkungan, atau lingkaran pertemanan kamu. Namun ini saatnya untuk mengatur ulang.

Coba untuk membuat batasan belanja konsumtif kamu. Memang tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu dan uang sekedar bertemu teman dan mengobrol sembari minum kopi di Caffee pilihan. Namun tidak harus selalu dilakukan setiap hari sepulang kerja kan?

Kamu masih bisa untuk tetap bersosialisasi, tetap bisa berkumpul, dan belanja konsumtif, hanya saja kamu perlu mengetahu batasan. Ingat, saat ini kamu sudah memiliki keluarga, ada kebutuhan keluarga yang perlu kamu penuhi, juga  tabungan untuk kebutuhan masa depan.

Jadi cara mengatur keuangan keluarga adalah dengan tetap memahami posisi kamu dalam keluarga. Jika sebelumnya kamu bebas dalam menggunakan pendapatan untuk tujuan konsumtif, sekarang mulai pikirkan ulang pengeluaran itu bisa kamu gunakan untuk tujuan produktif.

5. Buat Daftar Kebutuhan dan Keinginan

Buat Daftar Kebutuhan dan Keinginan

Banyak yang terjebak dalam keinginan, karena iming-iming diskon, kemudian membeli sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Hal seperti ini ternyata memberi dampak besar dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Jadi, cobalah membuat prioritas keuangan dengan membuat daftar kebutuhan dan keinginan. Dengan kamu memiliki daftar ini, maka kamu akan lebih mudah dan berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran. Jika kamu tidak membutuhkan tas baru, maka tunda dulu keinginan memiliki tas baru.

Tidak sedikit keluarga yang membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Jangan sampai kamu mengalami hal yang sama. Maka buatlah prioritas keuangan keluarga, dan patuhi aturan ini bahwa yang lebih prioritas adalah kebutuhan bukan keinginan.

6. Mulai Membuat Tabungan Berjangka

Mungkin kamu sudah memiliki rencana menabung, namun karena tidak adanya paksaan maka kamu menjadi sering lupa menyisihkan pendapatan keluarga untuk kebutuhan tabungan. Bukannya mendapat tambahan setiap bulan, malah habis untuk kebutuhan harian yang sebenarnya sudah cukup dan bisa kamu hemat.

Untuk mulai mengubah kebiasaan dan pola pikir konsumtif, maka kamu butuh untuk mulai membuat tabungan berjangka. Mengapa tabungan berjangka? Karena jenis tabungan ini akan menjadikan kamu terbiasa menabung, dengan periode dan jumlah tertentu, yang mana menjadi satu kewajiban.

Mungkin kamu memang perlu mendapat sedikit paksaan agar bisa menabung. Maka tabungan berjangka menjadi solusi yang tepat. Lebih lengkap mengenai tabungan berjangka kamu bisa baca artikel cerdas finansial berikut ini: Cerdas Memilih Tabungan Berjangka

7. Kamu Harus Mulai Berinvestasi

Kamu Harus Mulai Berinvestasi

Pikirkan bahwa kamu memerlukan kepemilikan aset di masa mendatang. Jika saat ini kamu sudah memiliki rumah, maka kamu sudah sangat  aman dalam hal hunian. Namun tidak ada salahnya jika kamu mulai memikirkan untuk memiliki rumah lebih dari satu sebagai instrumen investasi, karena harga rumah yang selalu naik. Atau dalam instrumen lain seperti emas.

Kamu dan pasangan bisa memilih berbagai jenis investasi untuk tujuan keuangan keluarga jangka panjang. Namun akan lebih baik jika investasi yang kamu lakukan adalah investasi produktif dan aman dari risiko. Untuk ini kamu bisa mencari referensi apa saja instrumen investasi yang cocok dengan profil keuangan kamu.

8. Membuat Tujuan Keuangan Keluarga

Kamu menikah dengan berbagai pertimbangan dan tujuan. Memiliki keluarga adalah memiliki tujuan bersama. Maka, dalam keuangan pun demikian, saatnya kamu dan pasangan untuk membuat tujuan keuangan keluarga.

Coba bicarakan dengan pasangan, atur waktu untuk memulai membuat tujuan keuangan bersama. Dengan adanya tujuan keuangan bersama, maka akan semakin mudah kamu dan pasangan dalam mencapai apa yang menjadi cita-cita keuangan bersama.

Mulailah dengan menyusun target keuangan yang ingin kamu dan pasangan raih secara berkala. Kamu harus membuat tujuan yang spesifik, realistis, terukur dan memiliki kurun waktu tertentu. Tujuan keuangan keluarga ini akan membantu kamu dan pasangan lebih fokus dalam merancang keuangan.

Sebagai contoh, mungkin kamu dan pasangan bercita-cita memiliki dana pendidikan prasekolah berstandar internasional, dana untuk wisata luar negeri, dana untuk beli mobil dan berbagai cita-cita keuangan lainnya. Semua bisa kamu dapatkan dengan membuat tujuan keuangan bersama.

9. Memiliki Asuransi Itu Penting

Memiliki Asuransi Itu Penting

Di Indonesia masih banyak keluarga yang tidak memiliki asuransi. Kita beruntung karena pemerintah mewajibkan ke pesertaan BPJS. Namun apakah itu cukup? Jika belum maka kamu harus mulai memikirkan memiliki asuransi.

Cara mengatur keuangan keluarga dengan memiliki asuransi itu sangat penting. Kepemilikan asuransi tidak harus selalu asuransi kesehatan. Kamu bisa memiliki asuransi pendidikan, asuransi hari tua, dan lain sebagainya. Pada intinya dengan kamu memiliki asuransi maka berbagai risiko yang mungkin muncul dapat kamu minimalisir dengan asuransi.

10. Segera Lakukan! Kunci Mengatur Keuangan Keluarga

Kamu sudah mengetahu 9 kunci penting dalam mengatur keuangan keluarga, namun ketika kamu tidak pernah melakukannya, dan hanya membayangkan, maka itu hanya sebagai pengetahuan saja. Pada prinsipnya, keuangan kamu akan tetap memiliki risiko.

Maka, cara terbaik dalam mengatur keuangan keluarga adalah dengan menjalankannya! Ini membutuhkan niat yang kuat. Kamu harus bisa konsisten, dan lakukan sekarang! Jangan lagi ada alasan menunda-nunda. Semakin kamu menunda, maka akan semakin menumpuk beban keuangan saat ini belum ter petakan oleh kamu dan pasangan.

Untuk perencanaan keuangan yeng lebih baik, kamu juga bisa belajar metode keuangan yang baik dalam artikel berikut: 10 Metode Mengatur Keuangan Yang Berhasil

Demikian pembahasan kali ini, mengenai Cara Mengatur Keuangan Keluarga. Semoga pembahasan ini bisa memberikan gambaran buat kamu yang akan mulai merencanakan keuangan. Sebagai generasi muda, memiliki perencanaan dan investasi akan membantu keuangan kamu di masa mendatang. Terima kasih telah membaca. Salam. Suara Milenial.

Ramai Dibaca Nih
Gagasan Pilkada Online
Gagasan Pilkada Online