5 Tips Mengelola Keuangan Di Masa Pandemi

5 Tips Mengelola Keuangan Di Masa Pandemi

Suaramilenial.id Sejak tahun 2020 keberadaan pandemi mengubah banyak hal dalam hidup. Tentu saja, berdampak juga pada bagaimana sikap manusia dalam mengelola keuangan mereka. Menjadi penting, memiliki kemampuan mengelola keuangan di masa pandemi.

Banyak orang yang kemudian harus kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempat mereka bekerja melakukan efisiensi. Hal ini, tidak lain karena beban perusahaan yang tidak lagi mampu menopang seluruh anggota atau karyawan. Tentu terkait perputaran keuangan perusahaan.

Nah, begitu juga dengan keuangan kita. Mungkin kita tidak benar-benar memperhatikan. Namun mengelola keuangan di masa pandemi perlu lebih jeli dan hati-hati dari masa sebelumnya. Hal ini, karena masa pandemi adalah masa yang sulit untuk kita tebak. Bahkan kita belum tahu kapan akan benar-benar berakhir.

Mengapa Kamu Perlu Mengatur Ulang Keuangan Kamu Di Masa Pandemi?

Mengapa Kamu Perlu Mengatur Ulang Keuangan Kamu Di Masa Pandemi

Seperti telah kita ulas, bahwa banyak perusahaan yang kemudian melakukan efisiensi. Ini menjadi salah satu tanda bahwa perputaran atau pertumbuhan ekonomi tidak sedang baik-baik saja. Industri banyak yang gulung tikar, daya beli masyarakat tidak mampu menjadi roda penggerak industri.

Dampak dari roda  ekonomi yang terganggu, tentu sampai pada diri kita. Misalnya, kita juga memiliki risiko pemutusan hubungan kerja. Atau paling tidak, kita memiliki risiko pengurangan pendapatan. Maka, sebelum itu terjadi, kita perlu melakukan antisipasi terlebih dahulu.

Baik bagi kamu yang bekerja di perusahaan atau bekerja secara mandiri. Pandemi tetap menghantam perekonomian tanpa tebang pilih. Maka, kamu harus pintar-pintar mencari celah agar dapat bertahan dalam hal keuangan saat pandemi.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan untuk mengelola keuangan di masa pandemi seperti saat ini? Kamu bisa melakukan berbagai cara atau tips keuangan dari suaramilenial.id, apa saja tipsnya?

Berikut adalah tips mengelola keuangan di masa pandemi agar kamu bisa mengatur pola konsumsi dan pengeluaran sehingga keuangan kamu tetap aman. Sebagai berikut:

1. Gunakan Metode Rata-rata Untuk Mengatur Keuangan Tidak Tetap

Gunakan Metode Rata-rata Untuk Mengatur Keuangan Tidak Tetap

Cara pertama dalam mengatur keuangan di masa pandemi adalah dengan menggunakan metode rata-rata untuk mengatur pengeluaran keuangan tidak tetap. Dalam pengaturan arus kas (pemasukan dan pengeluaran) bulanan, kita tahu bahwa pengeluaran akan dibedakan menjadi dua jenis yaitu pengeluaran tetap dan pengeluaran variabel (tidak tetap).

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang sudah harus dan mengikat. Di Indonesia, sering kali pengeluaran tetap ini terkait dengan kebutuhan tempat tinggal atau dan kendaraan dalam bentuk kredit atau sewa. Pengeluaran tetap biasanya berupa cicilan rumah atau kendaraan.

Sedangkan pengeluaran tidak tetap, bisanya berupa biaya bahan bakar kendaraan setiap hari atau ongkos transportasi, selain itu juga berupa biaya belanja bahan makanan, biaya kebutuhan listrik, dan berbagai biaya lainnya.

Pada dasarnya pengeluaran tetap akan lebih mudah dicatat dan ditetapkan besarannya  karena memang sudah kewajiban atau adanya tagihan kredit. Lain hal dengan pengeluaran tidak tetap yang sering kali tidak terlihat dengan jelas.

Maka, suaramilenial.id menyarankan, agar kamu bisa melakukan perhitungan rata-rata terhadap pengeluaran tidak tetap kamu dalam periode tertentu, misalnya dalam tiga bulan atau lebih. Ini agar kamu bisa mendapatkan perhitungan pengeluaran tidak tetap rata-rata kamu setiap bulan.

Sebagai gambaran, ketika kamu akan menghitung rata-rata tagihan listrik selama 8 bulan. Kamu bisa memulai degan menghitung rata-rata tagihan listrik selama 8 bulan, hasilnya adalah Rp 1,2 juta. Maka kamu dianjurkan untuk mengalokasikan uang maksimal diangka tersebut untuk kebutuhan listrik.

Begitu juga dengan kebutuhan lain seperti kendaraan, pulsa atau internet dan kebutuhan lainnya. Ketika kamu bisa menghitung secara rata-rata dan kamu membuat perencanaan keuangan untuk kebutuhan bulanan yang tidak tetap. Kamu akan lebih aman ketika terjadi sesuatu dengan keuangan kamu di masa pandemi ini.

2. Pahami Prioritas Pengeluaran yang wajib dan Perlu

Dalam situasi ekonomi yang tidak pasti, kamu perlu untuk bisa melihat kembali prioritas keuangan kamu. Jangan sampai, kamu lalai dan terlena dalam menggunakan keuangan kamu. Hal ini akan menyebabkan kamu rugi atau kesulitan keuangan di masa mendatang.

Mulai saat ini coba untuk membuat daftar prioritas pengeluaran kamu. Coba tuliskan apa saja kebutuhan yang sifatnya wajib dipenuhi atau dibayar terlebih dulu. Misalnya, membeli barang-barang kebutuhan pokok seperti makan dan minum, hingga menabung biaya pendidikan atau biaya kebutuhan anak.

Jangan lupa juga untuk melihat kembali berbagai pos anggaran pengeluaran wajib lainnya misalnya untuk membayar pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan dan berbagai kewajiban cicilan utang atau kredit jika ada.

Kamu perlu untuk menunda dan mengurangi kebutuhan pengeluaran yang bersifat keinginan atau yang berkaitan dengan hobi maupun gaya hidup. Ini perlu kamu latih, dan kamu perlu konsisten, utamanya dalam rangka memiliki keuangan yang sehat di tengah pandemi.

Jika ternyata kamu memiliki tagihan atau hutang. Sebaiknya kamu buat pos anggaran khusus untuk pelunasan. Jangan sampai kamu menunda pelunasan, bisa jadi nanti bunga penundaan akan membebani keuangan kamu kemudian hari.

Coba kamu lihat kembali apakah kamu memiliki cadangan kas yang cukup. Jika masih, maka sebaiknya kamu lunasi utang jangka pendek yang bersifat konsumtif dan berbunga besar, misalnya tagihan kartu kredit, cicilan tanpa kartu kredit, atau pinjaman online.

Keberadaan hutang atau tagihan pada dasarnya bisa mengganggu arus kas keuangan kamu di bulan-bulan selanjutnya. Jika pun kamu harus berutang, pastikan bahwa utang yang kamu ajukan adalah utang produktif bukan untuk kebutuhan konsumtif atau gaya hidup semata.

Penting juga untuk melihat kembali, bahwa total utang kamu tidak melebihi nilai aset dan cicilan dari seluruh utang per bulan.  Idealnya, semua hutang kamu masih di bawah 35% dari penghasilan bulanan kamu.

3. Miliki Dana Darurat Di Masa Pandemi

Tips Keuangan Miliki Dana Darurat Di Masa Pandemi

Situasi tidak menentu seperti saat ini, dana darurat menjadi sangat penting. Memang seharusnya dalam anggaran keuangan kamu harus punya dana darurat!

Maka, jika ternyata kamu belum memiliki anggaran untuk dana darurat. Pandemi menjadi momentum agar kamu lebih perhatian dengan pos keuangan tidak menentu. Tujuannya tentu saja  untuk menalangi biaya hidup di saat kita kehilangan pekerjaan.

Bagi kamu yang masih sendiri atau seorang lajang, mungkin kamu sudah cukup dengan dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan kamu. Nah, bagi kamu yang sudah berumah tangga, lebih baik memiliki dana darurat lebih dari 6 kali pengeluaran per bulan.

Bulan pengali, 3 kali, 6 kali atau lebih sejatinya akan lebih aman ketika lebih banyak. Misal ketika kamu memiliki dana darurat 6 kali, maka ketika kamu tidak memiliki pendapatan atau kehilangan pekerjaan kamu masih memiliki 6 bulan untuk bertahan. Maka, selama 6 bulan menjadi waktu untuk kamu mencari kembali pekerjaan dan kamu masih aman secara keuangan selama belum memiliki pendapatan atau pekerjaan.

Tenang, kamu mungkin berpikir dana darurat ini memberatkan. Memang terlihat memberatkan jika kamu melihatnya langsung berupa 6 kali atau berapa kali dari pengeluaran kamu. Ini kembali pada kemampuan dan seberapa keamanan keuangan yang kamu inginkan.

Padahal, dana darurat ini bisa kamu cicil sedikit demi sedikit sampai kemudian kamu memiliki nilai dana darurat yang sesuai dengan kondisi kamu. Tips dalam menabung dana darurat sejatinya cukup sederhana, kamu hanya perlu menyisihkan uang sebesar 10% dari penghasilan per bulan saja secara rutin.

4. Tetap Buat Alokasi Untuk Investasi

Tips Keuangan Tetap Buat Alokasi Untuk Investasi

Situasi pandemi mungkin berdampak pada pendapatan kamu secara signifikan. Mulai menurunnya penghasilan bulanan, sampai berbagai sumber pendapatan yang tersumbat atau terhambat.

Namun demikian, kamu perlu untuk tetap melakukan alokasi untuk investasi. Walau jumlahnya tidak sebesar ketika situasi normal, kamu tetap perlu untuk sisihkan uang atau pendapatan untuk investasi. Namun investasi ini harus sesuai dengan tujuan yang tepat.

Dalam membuat alokasi pengeluaran bulanan kamu tetap harus berinvestasi untuk memenuhi tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Caranya kamu perlu untuk menuliskan secara detail hal-hal yang menjadi tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, lengkap dengan jumlah uang yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan itu.

5. Kurangi Pengeluaran Yang Bersifat Keinginan

Tips Keuangan Di Saat pandemi Kurangi Pengeluaran Yang Bersifat Keinginan

Godaan untuk belanja hobi, atau memenuhi barang yang bersifat keinginan memang tidak dapat kita elakkan begitu saja. Selalu ada saja sesuatu yang menggoda untuk kita mengeluarkan keuangan kita untuk hal-hal tertentu.

Diskon, potongan harga, tawaran gratis ongkir sering kali memicu kita untuk berbelanja sesuatu yang tidak kita perlukan. Tidak salah, namun dalam kondisi keuangan seperti saat ini, maka hal ini akan sangat merugikan kita.

Tidak ada salahnya kita melakukan self reward atau memanjakan diri dengan membeli barang yang sifatnya keinginan.  Belanja hobi ini untuk mengapresiasi diri setelah kita bekerja keras, agar kita lebih bahagia dan terlepas dari stres. Namun kamu perlu merencanakan keuangan kamu dengan baik.

Namun demikian, paling tidak, kamu perlu membatasi pengeluaran ini. Kamu bisa mengalokasikan 10% dari pemasukan bulanan setiap bulan untuk keperluan yang bersifat hobi atau keinginan ini.

Kesimpulan Tips Mengelola Keuangan Di Masa Pandemi

Masa pandemi memang masa yang sulit karena berbagai hal berubah secara drastis, namun demikian kita perlu menyikapi dengan positif.  Artinya jangan hanya berdiam diri atau pasrah semata, namun terus berusaha dan melakukan berbagai perencanaan agar tetap dapat bertahan dan melalui situasi ini.

Jika kita lihat, pandemi juga melahirkan berbagai inovasi dan kesempatan baru. Contohnya dengan semakin banyak bisnis online yang berkembang. Artinya, setiap situasi memiliki peluangnya sendiri. Nah, agar kita juga dapat tetap aman dalam hal ekonomi atau keuangan di tengah pandemi, maka kita perlu untuk mengelola keuangan yang baik.

Dari lima tips yang sudah kita bahas di atas, mungkin terdengar sederhana namun tidak semua orang bisa melakukannya. Jika kamu bisa konsisten melakukannya, maka keuangan kamu akan lebih baik untuk saat ini dan masa depan.

Demikian tips mengelola keuangan di masa pandemi selamat mencoba dan menerapkan untuk keuangan kamu. Semoga tips keuangan ini bermanfaat dan bisa menjadi bahan referensi rencana keuangan kamu. Terima kasih sudah membaca, salam. SuaraMilenial.ID

Ramai Dibaca Nih
10 Cara Jitu Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri
Ayo Daftar Beasiswa S1 Indonesia Global Leaders Di University Of Queensland