Menghadapai rekan kerja menyebalkan

4 Cara Menghadapi Rekan Kerja Menyebalkan

Hai kamu, bagaimana kabarmu? Seperti apa kondisi lingkungan kerjamu? Apakah kamu mempunyai bos yang menyebalkan? Atau justru kamu memiliki rekan kerja yang lebih menyebalkan? Tenang saja, aku ada tips nih buat kamu, biar bisa menghadapi bos atau rekan kerja yang menyebalkan.

Buat kamu yang saat ini telah memulai karier di perusahaan, atau sedang memulai memasuki dunia kerja, tentu kamu nanti akan bertemu dengan orang-orang yang berbeda, orang-orang dalam hubungan kerja yang kadang tidak selalu menyenangkan.

Banyak orang yang sudah mengalami pengalaman negatif dalam dunia kerja, pengalaman negatif dari atasan, bos, manajer atau bahkan dari rekan kerja sendiri. Mengapa terjadi? Jawabannya beragam,  namun umunya karena ada bentrokan kepribadian atau ketidakcocokan individu dengan kepemimpinan atasan atau juga dengan rekan kerja.

Banyak loh mereka yang karena enggak betah dari perilaku rekan kerja yang menyebalkan kemudian memilih berhenti bekerja, namun tidak sedikit yang tetap berusaha berjuang dengan pahitnya sikap menyebalkan itu.

Nah buat kamu, jangan keburu ambil tindakan untuk keluar dari tempat kerja kamu, kecuali memang sudah kamu hitung secara matang dan kamu sudah memiliki pekerjaan cadangan setelah keluar loh ya.

Ada kok cara buat kamu untuk menghadapi bos dan rekan kerja yang menyebalkan.  Tentu hal ini penting agar kamu tetap dapat produktif, dan terlepas dari konflik.

Melansir dari Business Insider, berikut adalah empat strategi yang dapat kamu lakukan ketika kamu harus berurusan atau menghadapi bos dan rekan kerja yang menyebalkan.

1. Coba untuk mendokumentasikan kejadian yang kamu alami sebanyak mungkin.

pexels.com/@pixabay

Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan mendokumentasikan kejadian tidak menyenangkan atau menyebalkan yang dilakukan oleh bos kamu atau rekan kerja kamu, dokumentasi ini penting sebagai bukti jika diperlukan kemudian hari.’

Paula Brantner, pendiri PB Works Solutions, sebuah perusahaan konsultan yang berupaya membangun sistem pelecehan dan pencegahan di tempat kerja, memberi rekomendasi agar segala upaya pelecehan, semua percakapan dapat didokumentasikan, terutama yang terkait dengan pekerjaan kamu.

Karena hanya mengingat kejadian dalam ingatan tidak memberikan solusi, ketika sesuatu akan dilaporkan tentu membutuhkan bukti nyata dalam hal ini bisa berupa dokumentasi berbentuk rekaman suara, rekaman foto atau pun video.

Namun tentu kamu harus berhati-hati dalam melakukan dokumentasi ini, jika kamu ketahuan tentu akan menambah runyam persoalan, karena tentu bos atau rekan kerja yang kamu dokumentasikan perilakunya akan semakin ‘dendam’ atau marah.

2. Menghadapi rekan kerja menyebalkan dengan Teknik Negosiasi

Menghadapi Rekan Kerja Menyebalkan
pexels.com/@tirachard-kumtanom-112571

Menghadapi rekan kerja menyebalkan dengan teknik negosiasi yang kamu kuasai. Kamu bisa memanfaatkan teknik negosiasi yang mana tujuannya untuk memberikan kesadaran kepada bos atau rekan kerja kamu tentang bagaimana mereka selama ini memperlakukan kamu dalam gaya berkomunikasi.

Kamu jangan sungkan untuk menunjukkan pada mereka bahwa telah terjadi kesalahan dalam cara atau teknik komunikasi mereka selama ini, bahwa cara mereka berkomunikasi sebenarnya berantakan, dan cenderung menyakitkan orang lain.

James Killian, seorang konselor profesi mengatakan bahwa mendengarkan dengan intensitas yang lebih sering dapat memainkan peran penting di dalam meminimalkan kesalahan dalam berkomunikasi.

Dalam melakukan komunikasi ini kamu bisa menggunakan strategi komunikasi pengulangan, apa yang kamu dengar diikuti dengan permintaan untuk melakukan konfirmasi, sebagai contoh: “Jadi yang saya dengar Anda katakan adalah … Apakah ini yang Anda maksudkan?”

Dengan kamu melakukan hal seperti itu dalam melakukan komunikasi maka diharapkan bos dan rekan kerja yang menyebalkan dapat mendengar perspektif mereka dari sudut pandang orang lain dan memberikan kesempatan untuk klarifikasi.

3. Tentu saja kamu harus bicara dengan HRD

pexels.com/@jopwell

Setiap  perusahaan tentu memiliki perwakilan HRD yang dapat kamu ajak bicara tentang apa yang terjadi di lingkungan kerja. Kamu bisa meminta bantuan dari mereka tentang apa yang kamu alami dan agar mereka dapat memperbaiki keadaan.

Bicara dengan HRD adalah langkah penting, karena HRD memiliki kekuasaan untuk melakukan kontrol terhadap pekerja, dan memang tugas dari mereka untuk memastikan semua pekerja dalam keadaan baik di lingkungan kerja.

Heather Hubbard, seorang mantan pengacara dan Pendiri All Rise, merekomendasikan ketika kamu memutuskan untuk bicara dengan HRD dari persoalan yang kamu hadapi perihal perilaku bos dan rekan kerja yang menyebalkan, maka sebaiknya kamu berbicara dengan seseorang di HR dan bersikap transparan.

“Jika seseorang di perusahaan bertindak dengan cara yang tidak pantas atau kasar, bersikaplah transparan dengan HRD bahwa Anda tidak pergi, dan berusaha menangani situasi sebaik mungkin dari sudut pandang kesehatan mental,” kata Hubbard.

4. Mungkin Kamu Perlu Bersikap Tidak Peduli

Menghadapi Rekan Kerja Menyebalkan
pexels.com/@olly

Menghadapi rekan kerja menyebalkan dengan bersikap tidak peduli. Tidak ada salahnya kamu bersikap tidak peduli dari apa yang terjadi dalam hal ini perlakukan bos dan rekan kerja kamu, jika memang masih dalam tahap wajar dan tidak benar-benar mengganggu urusan personal.

“Praktik mindfulness adalah sumber yang bagus untuk mempelajari berbagai teknik dasar, seperti merespons tanpa bereaksi. Dengan konsep ini, pahami bahwa hanya karena sesuatu sedang terjadi tidak menjadikannya nyata,” kata Hubbard.

Sikap tidak peduli adalah sikap yang membutuhkan kematangan dalam mengelola emosi, tentu saja tidak  mudah untuk kamu lakukan. Namun jika kamu telah sampai pada tahap ini, maka kamu sudah berhasil memenangkan peperangan dengan bos dan rekan kerjamu yang menjengkelkan.

Orang akan sadar dengan sikap ketidak pedulian atau sikap cuek dari orang lain, dan mereka yang menyebalkan akan merasa kian sebal dengan sikapmu yang tidak peduli, seperti balas dendam namun kamu dapat poin positif yang patut dirayakan.

Nah buat kamu jangan galau lagi kalau menghadapi rekan kerja yang menyebalkan. Semoga saja dari 4 cara di atas bisa menjadikan kamu lebih enjoy dan berani dalam menghadapi rekan kerja menyebalkan. Tetap semangat!!!!

Ramai Dibaca Nih
Membagi Yang Banyak Itu Mudah, Mencukupkan Yang Kurang Itu Perlu Belajar
Membagi Yang Banyak Itu Mudah, Mencukupkan Yang Kurang Itu Perlu Belajar